Kamis, 14 April 2016

Part 3 gaesssss…..
Pelajaran selanjutnya adalah PLH alias Pendidikan Lingkungan Hidup. Gurunya bernama Pak Edy. Gak seperti biasanya, hari ini Pak Edi terlihat sensitif sekali. Masuk kelas dengan marah-marah dan dengan nada yang sangat ketus. Tiba-tiba salah satu dari kami ada yang disuruh maju ke depan untuk membacakan tulisan yang ada dibuku. Memang tidak seperti biasanya. Singkat cerita, ada sesuatu yang lucu dan secara alamiah saya pun ikut tertawa bersama teman-teman lainnya. Tapi tiba-tiba Pak Edy menunjuk saya,
“heh, kamu! Kok ketawanya geli banget? Sini maju!” kata Pak Edy
“Siapa pak? Saya?”, saya pun maju ke depan kelas.
“nih baca yang halaman 42, yang keras!” minta Pak Edy.
Saya pun membacakan halaman yang Pak Edy minta dengan keras.
            “kedengaran gak anak-anak??” Tanya Pak Edy.
            “Enggaaakkkk pakkkk!!” jawab anak-anak dengan lantang.
            “Nah! Bacanya yang keras makanya!! Coba ulangi sekali lagi!” pinta Pak Edy.
Bagaimana toh pak, suara saya sudah besar begini juga volumenya, saya bergumam dalam hati. Lalu saya pun mengulanginya kembali. Setelah selesai membaca dengan kondisi saya yang masih berdiri di depan kelas, saya ditanya mengenai apa yang saya baca itu tapi tidak ada satu pun yang bisa saya jawab dari pertanyaan Pak Edy. Itu semua pertanyaannya aneh sekali, orang belum dijelaskan sama bapaknya sama sekali tapi sudah ditanyakan ke saya. Alhasil, saya pun kena marah Pak Edy.
            “Nurul! Gimana sih kamu, pertanyaan seperti itu saja tidak bisa jawab! Malu-maluin ipa 1 kamu!” kata Pak Edy.
            “…” Saya hanya terdiam saja.
            “Sana kamu berdiri ditengah-tengah menghadap ke teman kamu dan meminta maaf karena telah malu-maluin kelas kamu sendiri!” suruh Pak Edy.
            “Maaf ya teman-teman, saya udah bikin malu kelas ini” saya meminta maaf.
            “dimaafin gak anak-anak??” Tanya Pak Edy.
            “dimaafin pakkkk!!” jawab anak-anak serentak.
            “sekarang bapak mau tanya, kamu udah punya pacar ya??” tanya Pak Edy kepo
            “Sudah pakkkk….” Anak-anak yang menjawab
            “lah, siapa pacar gue? Yang ditanya siapa, yang jawab siapa?” saya bingung kenapa Pak Edy malah nanya hal seperti itu.
            “yaudah, sekarang Nurul ngaku aja, siapa cowok dikelas yang Nurul benci dan yang Nurul suka?” Pak Edy tambah kepo.
            Ini guru aneh banget sih. Kenapa nanya-nanya hal beginian? Loh kok anak-anak pada ngerekam gue sih. Omaigat ini mah gue dikerjain. Yakin gue.

Dan Pak Edy masih nanya hal-hal mengenai gue selanjutnya. Next part…

0 komentar:

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!